Bayi tewas dalam aksi pencurian gagal

Polisi Dalami Motif Pencurian

Kompas.com - 01/02/2013, 20:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya masih terus memburu pelaku pencurian di kawasan Karet Tengsin, yang menewaskan bayi berusia lima bulan. Ciri-ciri pelaku sudah dikantongi polisi, namun dugaan motif pencurian masih terus dikaji.

"Motif perampokan sedang diselidiki, apakah ada unsur dendam, sakit hati pelaku, atau murni pencurian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Kajian ini dilakukan karena sampai saat ini tidak ditemukan barang yang hilang.

Peristiwa pencurian terjadi Kamis (31/1/2013), sekitar pukul 17.30 WIB. Rasya Elvino Azmi, bayi berusia lima bulan, tewas, ditemukan dalam kondisi ditutupi kain. Pembantu rumah tangga, Irma Ariyani, terluka.

Rikwanto mengatakan dugaan sampai saat ini pelaku pencurian hanya satu orang. "Berperawakan sedang," kata dia. Orang tua Rasya, Ahmad Saefudin dan Riyanti, masih bekerja di luar rumah ketika peristiwa terjadi. Sampai sekarang keduanya belum dapat diminta keterangan karena masih berduka.

Untuk mengungkap siapa dan mendapatkan ciri-ciri yang lebih detil dari pelaku, polisi baru dapat meminta keterangan dari para tetangga korban. Tak hanya orang tua Rasya yang masih berduka, Irma juga masih trauma, sehingga mereka belum dapat ditanya. Irma ditendang pelaku, dan dia sedang hamil tiga bulan.

Peristiwa nahas ini terungkap ketika seorang tetangga korban, Aniawati, bertandang. Setelah beberapa kali memanggil dan tak ada sahutan, Aniawati akhirnya mendobrak pintu rumah. Saat itu, Rasya ditemukan di atas tempat tidur, tertutup kain, dan sudah meninggal. Jenazah Rasya langsung dibawa ke RSCM, sedangkan Irma dirawat di RSAL Mintohardjo.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau